Kamis, 02 Februari 2012
Sumenep Mutasi 183 Pejabat
Sumenep- Gerbong mutasi di lingkungan Pemkab Sumenep kembali bergulir. Sebanyak 183 pejabat eselon II, III, dan IV, Kamis (02/02/12) dimutasi.
Bupati Sumenep A Busyro Karim, mengatakan, mutasi merupakan hal yang wajar dalam rangka penataan organisasi. "Ini juga sebuah bentuk penyegaran," katanya.
Bupati berharap agar para pejabat yang dimutasi itu segera beradaptasi dengan tugas barunya, supaya bisa bekerja secara maksimal. "Sebagai PNS, harus mengutamakan pelayanan pada masyarakat," ujarnya.
Dalam mutasi tersebut, tiga satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang baru terbentuk, diefektifkan dengan menempatkan sejumlah personel di tiga instansi tersebut.
Tiga SKPD baru itu adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD), Badan Pelayananan Perizinan Terpadu (BPPT), dan Dewan Pengurus Korpri.
Sementara pejabat eselon II yang dimutasi, diantaranya Carto, dari Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat menjadi Kepala Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset. Titik Suryati yang sebelumnya Kepala Bagian Hukum, menempati jabatan baru sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat. Hadi Soetarto yang sebelumnya Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumenep menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan.
Sementara tiga pejabat yang dipercaya menjabat sebagai pimpinan SKPD baru adalah M Fadillah (Kepala Pelaksana BPPD), Herman Poernomo (Kepala BPPT), dan M Djailani (Sekretaris Dewan Pengurus Korpri). [tem/but] (beritajatim.com)
Read more >>
Bupati Sumenep A Busyro Karim, mengatakan, mutasi merupakan hal yang wajar dalam rangka penataan organisasi. "Ini juga sebuah bentuk penyegaran," katanya.
Bupati berharap agar para pejabat yang dimutasi itu segera beradaptasi dengan tugas barunya, supaya bisa bekerja secara maksimal. "Sebagai PNS, harus mengutamakan pelayanan pada masyarakat," ujarnya.
Dalam mutasi tersebut, tiga satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang baru terbentuk, diefektifkan dengan menempatkan sejumlah personel di tiga instansi tersebut.
Tiga SKPD baru itu adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD), Badan Pelayananan Perizinan Terpadu (BPPT), dan Dewan Pengurus Korpri.
Sementara pejabat eselon II yang dimutasi, diantaranya Carto, dari Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat menjadi Kepala Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset. Titik Suryati yang sebelumnya Kepala Bagian Hukum, menempati jabatan baru sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat. Hadi Soetarto yang sebelumnya Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumenep menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan.
Sementara tiga pejabat yang dipercaya menjabat sebagai pimpinan SKPD baru adalah M Fadillah (Kepala Pelaksana BPPD), Herman Poernomo (Kepala BPPT), dan M Djailani (Sekretaris Dewan Pengurus Korpri). [tem/but] (beritajatim.com)
Contoh Proposal Saat Mau Live Show
PROPOSAL “SEMARAK TAHUN BARU 2011”
BERSAMA GROUP MUSIK OM SONETA
A. LATAR BELAKANG
Di zaman yang terus berkembang seperti sekarang hampir semua kalangan dituntut untuk melakukan berbagai macam pekerjaan dan aktivitas. Rutinitas-rutinitas tersebut membuat beberapa kalangan membutuhkan hiburan. Saat ini banyak sekali pilihan dunia hiburan yang dipilih, seperti mengunjungi tempat wisata dan menonton acara musik.
Berkenaan dengan hal tersebut di atas, kami akan mengadakan suatu pementasan musik di tempat wisata Bendungan Selorejo untuk menyambut tahun baru 2011 bersama grup musik “OM DIANA”
B. NAMA KEGIATAN
Semarak Tahun Baru 2011 bersama grup musik “OM DIANA”
C. TEMA
Dengan acara “Semarak Tahun Baru 2011” bersama OM DIANA kita sambut semarak tahun baru 2011. Dengan menampilkan hiburan musik di tempat wisata Selorejo.
D. TUJUAN
Tujuan yang hendak dicapai dalam pelaksana pengeluaran musik ini adalah :
• Meningkatkan pengunjung lokal dan non lokal di tempat wisata Selorejo
• Meningkatkan kemajuan Kota Pariwisata Batu
E. PROFIL OM DIANA
“OM DIANA” merupakan grup musik yang sudah melegendaris di berbagai daerah di Jawa Timur dan Bali. Beberapa pagelaran musik sudah pernah dihadiri oleh “OM DIANA” sudah sering tampil di acara-acara TV lokal maupun swasta, seperti ATV, Batu TV, Malang TV, JTV, dan TVRI.
“OM DIANA” hingga saat ini sudah mempunyai beberapa album dan sudah beredar di berbagai daerah di Jawa Timur dan Bali.
“OM DIANA” terdiri dari 10 musisi handal. Dari semua musisi sudah pernah masuk dapur rekaman sehingga grup musik ini sudah mempunyai kualitas yang baik di kalangan masyarakat.
“OM DIANA” bertempat di alamat TORONGREJO 15 KOTA BATU
HOTLINE : 081252514339 (Owner)
F. ALOKASI DANA
Adapun rincian dana untuk kegiatan di atas adalah sebagai berikut :
• Peralatan + Sound System Rp 4.000.000,-
• Panggung Reigen 12 x 6 Rp 2.500.000,-
• Artis unggulan Malang Raya
5 x @ Rp 400.000,- Rp 2.000.000,-
• Bintang Tamu “Duo Putri Diana” Rp 1.000.000,-
• Musisi 10 orang Rp 2.000.000,-
• Transport 2 unit mobil Rp 500.000,-
Rp 12.000.000,-
G. WAKTU DAN PELAKSANAAN
Semarak tahun aru 2011 bersama OM DIANA akan dilaksanakan pada :
Hari ; Tanggal : Sabtu ; 1 Januari 2011
Waktu : ...................
Tempat : Taman rekreasi Bendungan Selorejo
H. PENUTUP
Demikian proposal kegiatan ini dibuat, semoga dapat memenuhi harapan kita semua, kami sangat mengharapkan dukungan dan partisipasinya serta perhatian dan kerja samanya disampaikan terima kasih.
Batu, ............................. 2010
Pimpinan “OM DIANA”
HENIS
Sumber:http://dianaenterprise.blogspot.com/
Antara Musisi-Event Organizer-Duit
Punya band?
Pengen jadi pemusik?
Pengen punya kehidupan yang beda dari orang kebanyakan (jadi musisi misalnya)?
Jangan deh!!Rugi!!Gak menjamin bisa hidup enak!!
Pengen jadi pemusik?
Pengen punya kehidupan yang beda dari orang kebanyakan (jadi musisi misalnya)?
Jangan deh!!Rugi!!Gak menjamin bisa hidup enak!!
Gak begitu aturan mainnya di negara ini, dan ini bisa kita liat pada hanya segelintir manusia yang bisa. Percaya gak?!
Djokdja, kota yang punya banyak koleksi musisi yang bisa dibilang keren. Kota ini punya pemusik-pemusik dari berbagai macam genre. Beberapa udah sukses, beberapa udah malang melintang cukup lama hingga banyak dikenal, dan sebagian besar masih luntang-lantung cari jalan buat tetap bisa bertahan di musik.
Djokdja, kota yang punya banyak koleksi musisi yang bisa dibilang keren. Kota ini punya pemusik-pemusik dari berbagai macam genre. Beberapa udah sukses, beberapa udah malang melintang cukup lama hingga banyak dikenal, dan sebagian besar masih luntang-lantung cari jalan buat tetap bisa bertahan di musik.
Ya, yang pasti semua terus berjuang untuk mencapai apapun yang mereka inginkan dari bermusik, untuk uang, publisitas, pengakuan, pelepasan emosi, dan hal-hal lain yang menurut mereka bisa didapatkan dengan bermusik (ini tidak termasuk yang cuma buat main-main, buat hiburan, atau menggaet lawan jenis). Karena aku yakin banyak teman-teman yang setuju bahwa musik bukan semata hiburan, tapi juga merupakan way of life.
Cut the bulls**t, and lets get to the point shall we!
Ini cuma buat yang setuju sama hal ini! Yang tidak?
Terserah!!
It’s a free world, everyone have their own piece of mind…
Ada beberapa pertanyaan bro? Apa bisa jadi pemusik menjamin hidup? Apa bisa suatu saat pemusik dihargai layaknya karyawan bank, pegawai negeri, atau apalah!!
Ini cuma buat yang setuju sama hal ini! Yang tidak?
Terserah!!
It’s a free world, everyone have their own piece of mind…
Ada beberapa pertanyaan bro? Apa bisa jadi pemusik menjamin hidup? Apa bisa suatu saat pemusik dihargai layaknya karyawan bank, pegawai negeri, atau apalah!!
Ada suatu hal yang ironis disini. Banyak teman-teman dengan potensi luar biasa, menyerah, stop main musik karena udah nggak bisa menjanjikan apa-apa lagi, jalan mereka kandas oleh kebutuhan hidup layaknya orang-orang normal, dan apa ini karena Sistem?
Karena belum ada cukup penghargaan buat siapapun yang memilih jadi pemusik, baik dari generasi terdahulu maupun sekarang? Mau sampai kapan dunia musik kita berjalan begini, padahal beberapa tahun belakangan ini, para pendengar musik, baik yang cuma iseng, atau yang benar udah Addict tuh buuaaanyak banget…!! Bahkan sampai rela ngorbanin banyak hal.
Karena belum ada cukup penghargaan buat siapapun yang memilih jadi pemusik, baik dari generasi terdahulu maupun sekarang? Mau sampai kapan dunia musik kita berjalan begini, padahal beberapa tahun belakangan ini, para pendengar musik, baik yang cuma iseng, atau yang benar udah Addict tuh buuaaanyak banget…!! Bahkan sampai rela ngorbanin banyak hal.
”Lah!!”
Terus kenapa masih banyak pemusik bagus yang gugur oleh kebutuhan hidup?
Di negara yang punya rating pembajakan tinggi ini, sepertinya sulit buat pemusik dapat menggantungkan hidup dari royalti penjualan records mereka.
Lagi pula daya beli masyarakat rendah, terpaksa para musisi menggantungkan hidupnya lebih pada Gigs mereka.Tapi inti masalahnya adalah, kenapa banyak orang yang buat acara musik nggak mau ngerti betapa berharganya musik, berapa banyak orang yang mengganggap musik itu berharga, dan bukan cuma hiburan.
Terus kenapa masih banyak pemusik bagus yang gugur oleh kebutuhan hidup?
Di negara yang punya rating pembajakan tinggi ini, sepertinya sulit buat pemusik dapat menggantungkan hidup dari royalti penjualan records mereka.
Lagi pula daya beli masyarakat rendah, terpaksa para musisi menggantungkan hidupnya lebih pada Gigs mereka.Tapi inti masalahnya adalah, kenapa banyak orang yang buat acara musik nggak mau ngerti betapa berharganya musik, berapa banyak orang yang mengganggap musik itu berharga, dan bukan cuma hiburan.
Event Organizing memang sebuah bisnis. Dan business is business,bro!
Tapi udah saatnya pihak-pihak EO sedikit peduli dengan Partner kerja mereka (Aku tegaskan lagi Partner, bukan sesuatu yang harus diperas dan dieksploitasi) yaitu pemusik, dengan penghargaan yang sesuai, setimpal dengan kerja pemusik.
Tapi udah saatnya pihak-pihak EO sedikit peduli dengan Partner kerja mereka (Aku tegaskan lagi Partner, bukan sesuatu yang harus diperas dan dieksploitasi) yaitu pemusik, dengan penghargaan yang sesuai, setimpal dengan kerja pemusik.
Ada beberapa kasus dimana band-band yang udah punya Record ,baik independen ataupun mayor dihargai sangat murah dan sedikit tidak manusiawi pada beberapa acara musik, hingga akhirnya EO lain yang mengadakan acara pada waktu-waktu berikutnya juga ikut-ikutan ngasih harga penawaran yang rendah, pada akhirnya menjatuhkan harga pasaran band-band yang udah punya nama, dan akhirnya dalam jangka panjang harga buat musisi-musisi djokdja kebanting abis-abisan.Kalo band-band yang udah punya nama aja dihargai rendah, gimana nasib band-band yang masih berjuang?
“okelah!”
Beberapa band yang punya modal besar bisa naik dan bertahan, yang tidak?
Gilanya lagi,akibat penawaran dari EO yang kian turun membuat beberapa band yang udah punya nama cukup besar, dengan egoisnya menurunkan harganya lebih rendah dari band-band selevel mereka,hingga terjadilah konflik tak terlihat antara band-band yang seharusnya saling dukung.
Beberapa band yang punya modal besar bisa naik dan bertahan, yang tidak?
Gilanya lagi,akibat penawaran dari EO yang kian turun membuat beberapa band yang udah punya nama cukup besar, dengan egoisnya menurunkan harganya lebih rendah dari band-band selevel mereka,hingga terjadilah konflik tak terlihat antara band-band yang seharusnya saling dukung.
Man, can u see? This suck situation is getting worse!!
Apa para pemusik harus terus bernasib seperti ini, apa lagi djokdja adalah salah satu acuan kota-kota lain dalam hal musik, bakalan semakin menyedihkan lagi kalau EO kota-kota lain sekitar djokdja juga ikut-ikutan. Pikir sendiri apa yang terjadi? Bisa jadi musik di djokdja nggak bakal maju untuk kedepannya.
Apa para pemusik harus terus bernasib seperti ini, apa lagi djokdja adalah salah satu acuan kota-kota lain dalam hal musik, bakalan semakin menyedihkan lagi kalau EO kota-kota lain sekitar djokdja juga ikut-ikutan. Pikir sendiri apa yang terjadi? Bisa jadi musik di djokdja nggak bakal maju untuk kedepannya.
Sebenarnya, hal-hal seperti ini bisa diatasin, kalau saja musisi-musisi djokdja mau sedikit meluangkan waktu buat menyatukan suara dan tetap sama-sama jaga harga dalam Riders mereka agar nggak saling merugikan, apa bisa? Yo mbooh yo?
Buat teman-teman sesama musisi yang setuju dengan hal ini, think about it bro!!
Buat yang tidak, anggap aja tulisan ini angin, dan nggak perlu dicaci maki, tiap orang bebas bersuara kan?
Buat teman-teman sesama musisi yang setuju dengan hal ini, think about it bro!!
Buat yang tidak, anggap aja tulisan ini angin, dan nggak perlu dicaci maki, tiap orang bebas bersuara kan?
That’s all bro’s… Ini cuma sedikit curhat, tidak kurang, tidak lebih…
Penulis artikel ini adalah vokalis dari sebuah band indie djokdja. Tulisan ini juga dimuat di kalatog MID (Meet In Djogja). MID adalah katalog yang bertujuan mewadahi aspirasi band indie djokdja.*
Sumber: http://simphonymusic.com
Menjalankan Usaha Event Organizer
Event organizer secara istilah mempunyai arti penyedia jasa professional penyelenggara sebuah acara. Pada dasarnya sebuah event organizer atau biasa disebut EO itu memiliki tugas membantu kliennya (client) untuk menyelenggarakan acara yang diinginkan, sepertilaunching product, company gathering, anniversary, exhibitions, seminar, promosi, talkshow dan sebagainya, dari tahap persiapan sampai dengan event berjalan lancar dengan baik. Event-event yang biasa ditangani sebuah event organizer berupa pertunjukan musik, pameran produk (buku, mobil, computer, kerajinan), hingga ke pernikahan.
Dalam menjalankan peran pada sebuah event acara, sebuah EO bertugas untuk mengkoordinasi, melayani, mensupportkepentingan yang bersangkutan, misalnya trainer, trainee, vendor training, transportasi, media massa, dan pihak-pihak terkait lainnya. Dengan menyewa sebuah event organizer, Anda tidak perlu pusing untuk memikirkan sebuah event karena semua hal yang berkaitan dengan jalannya event tersebut sudah dikerjakan oleh Event Organizer.
Dilihat dari jenis acara yang diadakan, EO dapat dikategorikan menjadi:
- One Stop Service Agency: EO besar yang mampu menyelenggarakan berbagai jenis acara hingga skala Internasional sekalipun.
- MICE : Kependekan dari Meeting, Incentive, Convention, Exhibition, EO yang khusus bergerak di bidang penyelenggaraan acara berbentuk pertemuan.
- Musik dan Hiburan: EO yang memiliki spesialisasi di bidang hiburan terutama musik.
- Penyelenggara Pernikahan: EO yang mengkhususkan diri membantu klien mengadakan pesta pernikahan.
- Penyelenggara Ulang Tahun: EO yang ahli membuat pesta ulang tahun termasuk untuk anak-anak.
- Penyelenggara Pribadi: EO khusus yang bergerak untuk penyelenggaraan pesta pribadi terutama bagi orang kaya.
Menjalankan usaha di dunia Event Organizer memang merupakan kenikmatan tersendiri. Meskipun seringkali kita merasa sangat kelelahan, namun di balik itu tersimpan rasa bangga dan gembira. Rasa bangga ketika event yang kita selenggarakan sukses dan sesuai harapan serta gembira karena dapat bekerja sama dengan tim yang menyenangkan. Tapi ada beberapa hal utama yang perlu kita perhitungkan sebelum kita memutuskan terjun di dunia bisnis EO, antara lain:
1. Bekal pengalaman menyelenggarakan event, disadari atau tidak, sebenarnya bekal yang kita miliki sebagai pengelola event sudah kita mulai sejak kita sekolah. Kepanitiaan yang kita ikuti pada waktu itu bisa dijadikan bekal pengalaman yang cukup. Paling tidak, kita sudah mengetahui prosedur mengelola suatu kegiatan dari penyusunan proposal sampai eksekusi di lapangan.
2. Ide kreatif dan inovatif, disadari atau tidak bisnis EO adalah bisnis komunikasi dan bisnis hiburan, kepuasan dan ketertarikan menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Ketika tidak ada ide cemerlang dan kreatifitas, siap-siap gigit jari. Namun, kreatifitas memang tidak harus selalu orisinil, mengembangkan sebuah ide yang sudah adapun bukan menjadi masalah.
3. Relasi bisnis (klien/sponsor) yang cukup kuat, dukungan relasi bisnis, baik itu klien ataupun sponsor, merupakan kunci dari sukses tidaknya acara yang kita selenggarakan. Sebelum memutuskan terjun ke dunia bisnis EO, kita harus melihat kembali apakah kita memiliki jaringan bisnis yang kuat atau tidak? Karena merekalah yang nantinya akan membeli atau membiayai ide-ide kreatif kita. Apabila kita tidak memiliki jaringan bisnis, sebenarnya bukan menjadi masalah besar. Tentunya dengan membangun kepercayaan terhadap EO kita, jaringan bisnis itu akan terbentuk dengan sendirinya.
4. Modal usaha yang cukup, dalam memulai sebuah usaha, mutlak dibutuhkan modal. Untuk bisnis EO, kita perlu menyiapkan modal finansial terutama untuk memenuhi keperluan-keperluan EO seperti, mengurus legalitas usaha (CV atau PT), menyewa kantor, pengadaan alat kantor, biaya telekomunikasi, biaya persiapan event dan lain-lain. Untuk memenuhi beberapa hal tersebut tentunya tidak cukup dengan selembar dua lembar uang rupiah. Cukup besar memang, kalau kita tidak mempunyai cukup banyak modal finansial, kita bisa mencari investor.
Walaupun terlihat sangat sederhana namun sebenarnya poin-poin di atas merupakan hal-hal yang cukup berat. Kebanyakan orang mengatakan bahwa bisnis di dunia EO itu mudah, tetapi sebenarnya banyak sekali rintangan yang harus kita hadapi dan tentunya ini tidak ringan. Tapi sebenarnya kuncinya terletak di ketekunan dan kerja keras, itulah modal paling utama yang harus Anda miliki.
Sumber: http://bisnisukm.com
Anang dan Ashanty Curhat di 'Cerita Cinta'
Beberapa selebritis mencurahkan kisah cinta mereka di acara Cerita Cinta
yang disiarkan live di MNCTV, Selasa (31/1/2012) malam. Program variety
show ini memang selalu menghadirkan kisah cinta yang berbeda dalam tiap
episode.
Beberapa selebritis mencurahkan kisah cinta mereka di acara Cerita Cinta yang disiarkan live di MNCTV, Selasa (31/1/2012) malam. Program variety show ini memang selalu menghadirkan kisah cinta yang berbeda dalam tiap episode.
Bertemakan Pahit dan Manisnya Cinta, selebritis papan atas seperti Anang, Ashanty, Sammy Simorangkir, Ayu Dewi dan artis senior Paramitha Rusady pun dengan rela mengungkapkan kejujuran mengenai pengalaman pahit dan manisnya cinta yang pernah mereka alami.
Dipandu oleh Fitri Tropika, acara berdurasi 90 menit ini mengungkap secara gamblang rahasia perjalanan cinta pasangan Anang dan Ashanty, kisah Ayu Dewi yang pernah gagal menikah, serta kisah nostalgia Paramitha Rusady dengan pasangan terdahulunya.
Anang dan Ashanty pun membuka acara dengan tembang duetnya Berartinya Dirimu, serta Aku Lelakimu dan Rindu Yang Terlarang. Sementara Sammy Simorangkir melantunkan lagu romantis Kangen dan Right Here Waiting.
Ayu Dewi juga tidak mau kalah. Setelah dikuras kehidupan pribadinya, presenter kocak ini juga membawakan lagu yang dipopulerkan oleh Kahitna, Tak Sebebas Merpati. Serta Paramitha Rusady yang menyanyikan dua lagu romantis lawas, Merpati Tak Pernah Ingkar Janji dan Nostalgia SMA. (kpl/ato/dar)
Sumber:hiburan.plasa.msn.com
Read more >>
Beberapa selebritis mencurahkan kisah cinta mereka di acara Cerita Cinta yang disiarkan live di MNCTV, Selasa (31/1/2012) malam. Program variety show ini memang selalu menghadirkan kisah cinta yang berbeda dalam tiap episode.
Bertemakan Pahit dan Manisnya Cinta, selebritis papan atas seperti Anang, Ashanty, Sammy Simorangkir, Ayu Dewi dan artis senior Paramitha Rusady pun dengan rela mengungkapkan kejujuran mengenai pengalaman pahit dan manisnya cinta yang pernah mereka alami.
Dipandu oleh Fitri Tropika, acara berdurasi 90 menit ini mengungkap secara gamblang rahasia perjalanan cinta pasangan Anang dan Ashanty, kisah Ayu Dewi yang pernah gagal menikah, serta kisah nostalgia Paramitha Rusady dengan pasangan terdahulunya.
Anang dan Ashanty pun membuka acara dengan tembang duetnya Berartinya Dirimu, serta Aku Lelakimu dan Rindu Yang Terlarang. Sementara Sammy Simorangkir melantunkan lagu romantis Kangen dan Right Here Waiting.
Ayu Dewi juga tidak mau kalah. Setelah dikuras kehidupan pribadinya, presenter kocak ini juga membawakan lagu yang dipopulerkan oleh Kahitna, Tak Sebebas Merpati. Serta Paramitha Rusady yang menyanyikan dua lagu romantis lawas, Merpati Tak Pernah Ingkar Janji dan Nostalgia SMA. (kpl/ato/dar)
Sumber:hiburan.plasa.msn.com
Langganan:
Postingan (Atom)



